Opini
Wajah internasional seorang presiden
Koran Sindo
28 July 2008
–>
Oleh: Wimar Witoelar
Barack Obama melakukan kunjungan ke Afghanistan dan Irak pertama kali sebagai bakal calon Presiden Amerika Serikat, tapi di pers Indonesia liputannya kalah sama kasus pembunuhan oleh Ryan. Memang, masyarakat kita tidak tidak terlalu tertarik pada masalah luar negeri, tapi sangat mudah untuk mencela negara lain. Kalau Amerika Serikat dibenci dalam tahun-tahun terakhir ini, itu sangat wajar melihat gelagat President George W. Bush yang memperlakukan dunia luar Amerika Serikat tanpa kehormatan. Tapi di Amerika Serikat sedang terjadi perubahan yang mungkin akan memperbaiki secara berarti perangai negara terkuat sedunia itu. Tidak wajar kalau kebencian terhadap pemerintahan Bush tidak digantikan oleh harapan pada pemerintah baru Obama yang sangat bertentangan dengan aspek kebijaksanaan Bush yang kita tidak senangi.
Di pers dunia, kunjungan luar negeri Obama menjadi headline. Tiga team anchor televisi jaringan Amerika Serikat terbesar meyertai perjalanan keliling Obama untuk dapat melaporkan suasana secara pandangan mata. Banyak yang diharapkan dari kunjungan ini. Di Afghanistan dan Irak, Obama berharap dapat mengkonfirmasi rencana AS yang telah digariskannya selama kampanye. Kurangi tekanan pada Irak dna tarik pasukannya dalam waktu enambelas bulan, dan konsentrasi pada Afghanistan dan Pakistan sebagai tempat persembunyian Al Qaedah. Obama tidak percaya pada keyakinan Bush mengenai pentingnya Irak dalam perang anti-teror, tidak percaya pada perang Irak, dan secara implisit mengajak Amerika Serikat mengaku salah dalam kebijaksanaannya mengenai Irak.
Di Eropah, orang sangat suka pada Obama, lebih daripada orang Amerika sendiri. Kalau di Amerika sekarang polling mennunjukkan perbedaan antara Obama dan McCain berada dalam selisih yang sangat tipis (untuk kemenangan Obama), maka di Eropah Obama menikmati dukungan yang sangat besar, jauh diatas dukungan untuk John McCain bakal calon dari Partai Republik. Di Inggris, sekutu utama AS yang semasa Tony Blair sangat setia pada Presiden Bush, Obama mendapat 53% suara dukungan dibandingkan 11% suara untuk John McCain, penerus Bush di Partai Republik. Di Perancis 85% suara akan diberikan untuk Obama andaikata mereka boleh ikut Pilpres di Amerika Serikat. Di Jerman, Barack Obama memegang mayoritas 67%. Tapi pemilihan presiden tidak diikuti rakyat di negara lain.
Sama halnya di Indonesia, pemilihan presiden tidak diiikuti rakyat negara lain. Andaikata kita ikuti media Australia, maka akan kita simpulkan bahwa calon presiden Indonesia 2009 yang paling kuat adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Di Australia, susah bagi seorang pengamat politik Indonesia untuk mendapat dukungan bersemangat dalam mengeritik SBY, tidak seperti di Indonesia. Di Indonesia, SBY dikenal sebagai orang baik tapi lamban dalam mengambil keputusan. Di Australia, SBY dikenal sebagai orang baik titik. Kelambanan SBY tidak dilihat sebagai suatu kelemahan sebab diplomasi internasional memang mwerupakan permainan tempo rendah. Lebih seperti pertandingan catur, sedangkan di Indonesia politik kepresidenan bisa diibaratkan sepak takraw, cepat dan jungkir balik.
Wajah internasional seorang presiden di Indonesia tidak dilihat dalam substansi. Kalaupun masyarakat luas ikut memperhatikan diplomasi langsung presiden RI di luar negeri, yang menjadi catatan lebih pada berapa kali dia ke luar negeri, siapa saja yang ikut, berapa biayanya, bukan pada hasil atau tema perjuangan politik luar negeri Indonesia. Bahkan sampai ada yang mengeluhkan, mengapa presiden ke luar negeri melulu padahal soal dalam negeri belum beres.
Dalam kenyataannya, biaya politik internasional tidak bisa dihitung. Kalaupun ada masalah keuangan menyangkut kegiatan luarnegeri, itu lebih pada keuangan Deplu dan korupsi di KBRI seperti pernah terjadi di KBRI Singapura. SBY banyak dikritik karena sering ke luar negeri. Gus Dur semasa jadi presiden sering dikritik banyak jalan-jalan ke luar negeri, tanpa orang mencari informasi mengenai kegiatannya selama di luarnegeri. Tidak banyak orang tahu bahwa jam kerja Gus Dur di luar negeri sama dengan di dalam negeri, jam 4 pagi sampai jam 11 malam, sampai stafnya kelenger. Tidak banyak orang tahu juga apa yang dikerjakan Presiden Megawati dan Presiden Yudhoyono di luar negeri. Berbeda dengan Barack Obama yang belum jadi presiden, tapi sudah diketahui sampai tiap menit apa yang ia kerjakan. Tempat mana yang ia kunjungi, siapa yang ia temui, dan apa yang dibicarakan.
Kalau nanti Obama jadi presiden, maka wajah internasional AS akan diukur dari efektivitas politik luar negeri negara itu, bukan pada jumlah anggaran yang digunakan dalam perjalanan presiden ke luar negeri.
Anjing disidang di India
Seekor anjing tampil di pengadilan di negara bagian Bihar, India timur, karena dituduh melanggar ketertiban.
Polisi menuntut hewan itu dihukum tegas karena menggigit orang. Pemilik anjing tersebut mengatakan binatang peliharaannya itu hanya menyerang perampok.
Anjing itu, yang bernama Chhotu, sebelumnya juga pernah terlibat masalah. Pada tahun 2003, pengadilan menjatuhkan hukuman mati bagi hewan tersebut.
Para tetangga pemiliki Chhotu melaporkan anjing itu menggigit beberapa orang. Namun para pegiat hak hewan berhasil mendesak agar vonis itu dibalikkan.
Satu-satunya pelindung
Chhotu hadir di pengadilan yang dipadati orang pada hari Kamis di kota Purnea.
“Pengadilan harus mengeluarkan surat panggilan untuk anjing itu setelah polisi menemukan anjing tersebut mengancam ketertiban dan dikhawatirkan menimbulkan masalah,” kata pejabat setempat Rajiv Ranjan.
Di persidangan Chhotu tampaknya harus bersikap tenang dan baik.
“Anjing itu tidak menggigit atau menggonggong siapa pun padahal di ruang sidang ada banyak sekali orang,” kata pengacara anjing itu Dilip Kumar Deepak dalam pembelaannya.
Kasus ini masih akan berlanjut dan Chhotu diperintahkan untuk tampil lagi di persidangan pada tanggal 5 Agustus, bersama dengan pemiliknya, seorang janda yang tidak memiliki anak, Rajkumari Devi.
Chhotu, yang berusia tujuh tahun, diambil dari jalan oleh ibu Rajkumari Devi, Janaki Devi.
Janaki Devi meninggal dunia enam bulan lalu dan sejak itu Rajkumari memelihara anjing itu di rumahnya.
“Chhotu adalah satu-satunya pelindung saya dan saya membesarkan dia seperti anak sendiri,” kata Rajkumari Devi yang mengatakan anjingnya hanya mengigit orang yang berusaha merampok rumahnya.
Pengacara Rajkumari mengatakan para tetangga yang iri berusaha mencuri harta bendanya.
“Mereka ingin mencuri surat-surat tanah karena itu mereka masuk dengan paksa ke rumahnya di malam hari. Tetapi mereka akhirnya menyerah karena digigit oleh Chhotu,” kata sang pengacara.
Sumber: BBC Indonesia
Peresmian IEV, Cikarang
Ini bersama Wapres Jusuf Kalla. Aku yang pake helm putih lho…
Dalam hidupku, mungkin ini pertama kali bertemu ama Wapres Jusuf Kalla. Tatap muka langsung. Itu terjadi waktu ada peresmian pabrik gas IEV di Cikarang. Aku jadi inget sama orang di sebelahku waktu sama-sama ke Jakarta naik kereta.
Dia bilang aku anak yang ‘cerdas’ (masa sih??), terus dia menebak (meramal kaleee); kamu akan jadi orang sukses. Aku diam. dalam batinku. Masa sih aku bakalan jadi orang sukses? Ah, paling cuma basa-basi doang. kereta melaju begitu kencang, sekencang sapunya penyihir yang ada di pilem-pilem ditu. Wuzz wuzz wuzz.
Dulu banget waktu aku kecil, rumahku kedatangan tamu dari Luar Pulau Jawa (lupa namanya). Yang pasti, dia pengen aku jadi anaknya. Katanya sih (lagi-lagi katanya) aku tuh gimana gitu, anak yang pinter. katanya mau disekolahin di daerah asalnya, di Sumatra sana. Tapi ama ortuku ga boleh karena aku masi kecil (waktu itu masih duduk di kelas 3 es-de).
Aku pikir, bisa ketemu Wapres JK merupakan anugrah kali ya? Ya, kan jarang2 orang yang bisa ketemu sama orang nomor dua di negara kita itu. Ini bukan sombong lho…hehehe. Apapun bentuk ramalan, tebak-tebak, apalagi menerawang gitu, aku sih enjoy aja. Jadi orang sukses syukur, belum sukses (aku ga mau bilang tidak sukses; takut ga sukses beneran,. hehehe). juga ga apa-apa. Belum nasibnya kaleee….
Bagiku sukses itu kan relatif bagaimana kita mau menafsirkan. Kalau kita mempunyai uang banyak, mobil berjajar, jabatan tinggi de-el-el. Tapi yang pasti, aku sukses kalau Taman Bacaan Anak “Kampung Ilmu” udah berjalan dengan baik. Karena saat ini masih dalam proses. Ya, tinggal di kampung dan pulau yang terisolir ndak ada listrik, koran, apalagi buku-buku kan membuat kita tidak bisa berkembang dengan cepat (bisa sih, tapi kaya keong ato kura-kura. lambat). Jadi, aku ada inisiatif untuk membuka taman bacaan untuk anak-anak dan ibu-ibu. Kenapa pilih anak-anak dan ibu-ibu? Karena di kampungku anak-anak dan ibu2 kurang aksesnya untuk mendapatkan informasi. bersambung dulu ya…..
Bersama Wimar Witoelar
Ini adalah foto bersama Pak Wimar Witoelar sewaktu magang di IMX Djakarta Juli 2008. Deket ama WW, dunia kita akan terasa berbeda. Dapat pengetahuan, ilmu, pengalaman-pengalaman WW dari muda-sekarang (saya tdk bilang WW tua lho :-p ), karena semangatnya selalu muda dan menjadi inspirasi bagi kita, yang anak muda utk ttp berkarya dalam bentuk apa pun yg penting bukan korupsi
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
-
Recent
-
Links
-
Archives
- July 2008 (10)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS

