Berita Kekeringan di Kampunglaut
Pembalakan Liar Keringkan Sumber Air
07/06/2008 05:40:19 CILACAP (KR) – Rusaknya hutan Nusakambangan Cilacap akibat pembalakan liar terutama di wilayah barat mengakibatkan keringnya sumber air yang ada. Padahal, selama ini pada setiap musim kemarau sejumlah sumber air itu menjadi satu-satunya andalan untuk memenuhi kebutuhKepala Desa Ujunggagak Kecamatan Kampunglaut Sutono, Jumat (6/6) mengatakan, akibat keringnya sumber air Nusakambangan tersebut menyebabkan warga Kampunglaut kesulitan memperoleh air bersih. Untuk itu mereka meminta bantuan Pemda Cilacap untuk mengedrop bantuan air bersih. “Khusus di wilayah desa kami ada dua dusun yang mengalami kesulitan air bersih, yakni Dusun Plindukan dan Ciberem,” katanya.
Menurut Sutono, sebenarnya saat ini masih ada satu sumber air di Nusakambangan yang masih tersisa di sekitar Karang Braja. Hanya saja, untuk bisa mendapatkan air bersihnya diperlukan bak penampung air yang dihubungkan ke mulut gua dengan pipa pralon, sehingga memudahkan warga setempat dalam mengangkut air bersih menggunakan perahu. “Kami sudah merencanakan pembangunannya dan membutuhkan dana sekitar Rp 9 juta lebih,” lanjutnya.
Diperoleh keterangan, kesulitan air bersih akibat keringnya sumber air di Nusakambangan juga dirasakan warga desa lain di Kecamatan Kampunglaut. Di antaranya, Desa Ujungalang, Klaces dan Panikel. Hal sama juga dialami warga Desa Grugu Kecamatan Kawunganten, yang selalu memburu air ke Nusakambangan pada musim kemarau.
Berkembang
Kabag Kesra Setda Cilacap Sumaryo SSos yang dihubungi KR, Jumat (6/6) mengatakan, untuk mengedrop bantuan air bersih ke Kampunglaut sudah dilakukan ke Ujunggagak melalui Desa Panikel, karena Panikel merupakan satu-satunya di Kampunglaut yang bisa dijangkau melalui darat. Sedang wilayah masih kesulitan karena harus menggunakan transportasi air.
Menurutnya, saat permintaan bantuan bersih di wilayah Kabupaten Cilacap terus meningkat. Jika sebelumnya hanya Kecamatan Kawunganten, Bantarsari, Patimuan dan Jeruklegi, namun kini bertambah Kecamatan Kedungreja. Sesuai pengalaman musim kemarau tahun lalu, dalam beberapa hari ke depan diperkirakan permintaan bantuan air bersih akan berkembang, terkait dengan semakin meluasnya wilayah kekeringan yang ada.
Dijelaskannya, dilihat dari banyaknya desa yang mengalami kekurangan air bersih, wilayah Kecamatan Kawunganten merupakan wilayah yang terparah, karena terdapat 6 desa yang mengalami sulit air bersih. Di antaranya, Desa Babakan dengan 314 KK yang setiap minggunya didrop air bersih 3 tangki, Grugu (783 KK) didrop 4 tangki per minggu, Bringkeng (971 KK) didrop 4 tangki per minggu, Bojong (198 KK) didrop 3 tangki per minggu, Ujungmanik (1011 KK) didrop 5 tangki per minggu dan Kubangkang-kung (357 KK) didrop 3 tangki per minggu. (Mak)-kan air bersih bagi warga Kampunglaut.
| Cetak Berita | |
| Kirim ke teman |
sumber: Kedaulatan rakyat Online
No comments yet.
Leave a comment
-
Recent
-
Links
-
Archives
- July 2008 (10)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS